Artikel 2: Perbedaan Psikoterapi dan Konseling, Pendekatan Terhadap Mental Illness dan Bentuk utama Terapi

Artikel 2: Perbedaan Psikoterapi dan Konseling, Pendekatan Terhadap Mental Illness dan Bentuk utama Terapi

Hestuning ikrarini

3PA03 (13512463)

  • Perbedaan psikoterapi dan konseling

Istilah “psikoterapi” meiliki arti ganda, pada satu segi ia menunjuk pada sesuatu yang jelas, yaitu satu bentuk terapi psikologis, yaitu suatu rentangan wawasan luas tempat hipnotis pad satu titik dan konseling konseling pada titik lainnya.

Perbedaan psikoterapi dan konseling dan segi fokus konserennya dan dasar atau landasan kegiatan “psikoterapi” fokus konserena melalui penyembhan penyesuaian pengobatan, dasar landasnna pskopatologi. “konseling” fokus konserennya pengebangan-pendidikan- pencegahan dsar landasannya filsafat. Di Amerika profesi konselor tidak dapat dipisahkan dari dunia terapi. Richard Nelson (2011) menuliskan upaya untuk memisahkan konseling dan terapi tidak pernah berhasil sepenuhnya. Konseling dan psikoterapi merepresentasikan kegiatan yang berbeda, namun keduannya memakai model-model teoritik  yang sma. Konselor dan psikoterapis di Inggris menyatu dalan asosiasi yang sama, karena mereka tidak bisa memisahkan perbeaan mendasar antara mereka, maka mereka menyatu dalam British Association For Counseling and Psychoterapy. Demikian pula halnya di Australia, konselor dan psikoterapi bersatu dalam wadah yang satu yang disebut Psycotherapy & Counseling Federation of Autralia.

Salah satu ahli yang berupaya membedakan  anatara konseling dan psikoterapi adalah Raymond J. Corsini.Dalam bukannya Current PayChoTherapies (1989) ia mencoba membedakan konseling dan psikoterapi hanya dari kuantitas kegiatannya bukan pada kualitas pekerjaannya.

  • Pendekatan Psikoterapi Terhadap Mental Illness

Pendekatan psikoterapi terhadap mental illness menurut J.P. Chaplin, yaitu:

  1. Biological
    Meliputi keadaan mental organik, penyakit afektif, psikosis dan penyalahgunaan zat. Menurut Dr. John Grey, Psikiater Amerika (1854) pendekatan ini lebih manusiawi. Pendapat yang berkembang waktu itu adalah penyakit mental disebabkan karena kurangnya insulin.
  2. Psychological
    Meliputi suatu peristiwa pencetus dan efeknya terhadap perfungsian yang buruk, sekuel pasca-traumatic, kesedihan yang tak terselesaikan, krisis perkembangan, gangguan pikiran dan respon emosional penuh stres yang ditimbulkan. Selain itu pendekatan ini juga meliputi pengaruh sosial, ketidakmampuan individu berinteraksi dengan lingkungan dan hambatan pertumbuhan sepanjang hidup individu.
  3. Sosiological
    Meliputi kesukaran pada sistem dukungan sosial, makna sosial atau budaya dari gejala dan masalah keluarga. Dalam pendekatan ini harus mempertimbangkan pengaruh proses-proses sosialisasi yang berlatarbelakangkan kondisi sosio-budaya tertentu.
  4. Philosophic
    Kepercayaan terhadap martabat dan harga diri seseorang dan kebebasan diri seseorang untuk menentukan nilai dan keinginannya. Dalam pendekatan ini dasar falsafahnya tetap ada, yakni menghagai sistem nilai yang dimiliki oleh klien, sehingga tidak ada istilah keharusan atau pemaksaan.
  • Bentuk-bentuk Terapi

Bentuk-bentuk terapi menurut Nietzel (1998, dalam Slamet 2003), yaitu:

  1. Terapi psikoanalisis

Teknik ini menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dan agresif dari id, serta teknik yang dilakukan dengan cara menggali permasalahan atau pengalaman dimasa lalu dan dorongan yang tidak disadari.

  1. Terapi humanistik

Teknik dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya.

  1. Person centered therapy

Teknik terpusat pada pribadi dengan memberikan suasana aman, bebas agar klien mengeksplorasi dengan nyaman.

Logo terapi (Frankl)

Bentuk penyembuhan melalui penemuan-penemuan makna dan pengembangan makana hidup, lebih dikenal dengan therapy through meaning.

  1. Analisis transaksional (Berne)

Teknik analisis transaksional dilakukan bahwa setiap transaksi dianalisis, klien nampaknya menggelakkan tanggung jawab yang diarahkan untuk mau menerima tanggung jawab pada dirinnya sehingga klien dapat menyeimbangkan egogramnya serta melakukan instropeksi terhadap “games” yang dijalaninnya.

  1. Rational emotive therapy (Ellis)

Teknik dengan melakukan disputing intervention (meragukan/membantah) terhadap keyakinan dan pemikiran yang tidak rasional pada agar berubah pada keyakinan, pemikiran dan falsafah rasional yang baru, sehingga lahir perangkat perasaan yang baru, dengan demikian kita tidak akan merasa teetekan melainkan kita merasakan segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada.

  1. Terapi perilaku

Teknik ini menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu.

  1. Terapi kelompok (Group therapy) & Terapi keluarga (Family therapy)

Teknik yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunnya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa.

  • Sumber:

Slamet, S & Sumarmo M. (2003). Pengantar psikologi klinis.

Jakarta: Universitas Indonesia

http://sisykurniaasih.blogspot.com/2013_03_01_archive.html.

(diakses pada 23 Maret 2015)

Morrison, P & Burnard, P. (2002). Caring & communicating: Hubungan

interpersonal dalam keperawatan, Ed.2. Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Semium, Y. (2006). Kesehatan Mental 3.

Yogyakarta: Kanisius

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s