Artikel 1: Pengertian, Tujuan & Unsur Psikoterapi

Artikel 1: Pengertian, Tujuan dan Unsur Psikoterapi

Hestuning ikrarini

3PA03 (13512463)

  • Pengertian psikoterapi

Psikometri lahir pada pertengahan dan akhir abad yang lalu, dilihat secara etimologis mempunyai arti sederhana, yakni “psyche” yang artinnya jelas, yaitu “mind” atau sederhana: jiwa dan “therapi” dari bahasa yunani yang berarti “merawat” atau “mengasuh”, sehingga psikometi dalam arti sempitnya adalah “perawatan dalam aspek kejiwaan” seseorang.

  • Tujuan psikoterapi

Tujuan psikoterapi menurut Ivey, et al (1987) dan Corey (1991), yaitu:

  1. Psikoterapi dengan pendekatan psikodiagnostik, menurut ivey, et al (1987) adalah membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari, Rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintetis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
  2. Psikoterapi dengan pendekatan psikoanalisis, menurut Corey (1991) dirumuskan sebagai: membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien dalam mengidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaman intelektual.
  3. Psikoterapi dengan pendekatan Rogerian, terpusat pada pribadi, menurut Ivey, et al (1987) merumuskan mengenai kognitif-behavioristik dan sekaligus rasional-emotif terapi dengan: mengilagkan cara memandang dalam kehidupan pasien yang menyalhkan diri sendiri dan membantunnya memperoleh pandangan dalam hidup secara lebih rasional dan relevan. Untuk membantu pasien mempergunakan metode yang lebih alamiah dan objektif untuk memcahkan masalah emosi dan perilaku dalam kehidupan selnjutnya
  4. Psikoterapi dengan metoe dan teknik Gestalt, dirumuskan oleh Ivey, et al (1987) sebagai berikut:Agar seseorang lebih menyadari mengenai kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah kehidupan seseorang
  • Unsur-unsur psikoterapi

Menurut Masserman ada 8 parameter pengaruh dasar yang mecakup unsur-unsur lazom pada semua jenis psikoterapi.

  1. Peran social
  2. Hubungan (persekutuan tarapeutik)
  3. Hak
  4. Retospeksi
  5. Reduksi
  6. Rehabilitisi, memperbaiki gangguan perilaku berat
  7. Resosialisasi
  8. Rekapitulasi
  • Sumber:

Gunarsa, S. D. (2007). Konseling dan psikoterapi.

Jakarta: Gunung Mulia

http://id.wikipedia.org/wiki/Psikoterapi. (diakses pada tanggal 23 Maret 2015)

Mappiare, A. (1992). Pengantar Konseling dan Psikoterapi

Jakarta: PT Raja Grafindo.

Maulany, R. F. (1994). Buku saku psikometi bagian psikiatri UCLA.

Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s