Pengorganisasian Struktur Manajemen

Pengorganisasian (Organization)

Pengorganisasian merujuk kepada proses menetapkan kegunaan bagi semua sumber organissi secara tersusun dalam sistem pengurusan (Certo, 1997: 228). Fokus utama proses pengorganisasian ialah dalam menetukan apa yang pekerja secara perseorangan akan buat dalam sebuah organisasi dan bagaimana usaha mereka secara perseorangan itu seharusnya digabungkan mengikuti cara yang paling baik bagi menjamin tercapainya matlamat organisasi.

Walaupun definisi pengorganisasian yang telah dikemukakan, pengorganisasian secara umum boleh dianggap sebagai proses membuat keputusan mengenai cara yang terbaik untuk mengumpulkan, mengagihkan dn menyelaraskaan aktivi-aktivi dan sumber-sumber organisasi agar matlamatnya dapat dicapai.

Berikut ini merepakan definisi pengorganisasian menurut para ahli :

  1. Menurut Hellriegel dan Slocum (1996:9). Pengorganisasian adalah proses pembentukan struktur perhubungan yang membolehkan pihak pengurusan melaksanakan pelan dan seterusnya memnuhi matlamat organisasi.
  2. Menurut Stoner et al (1995:11). Pengorganisasian adalah proses menyusun dan mengagihkan kerja, autoriti dan sumber di kalangan ahli organisasi supaya mereka dapat mencapai matlmatnya.
  3. Menurut Bartol & Martin (1994:7). Pengorganisasian adalah proses mengagihkan dan menyusun sumber manusia dan bukan manusia supaya pelan dapat dilaksanakan dengan jayannya.

Jenis-jenis Organisasi menurut Tosi, Rizzo, Carroll :

  1. Organisasi Mekanistik (OM)
  2. Organisasi Organik (OO)
  3. Organisasi Campuran Dominansi Teknologi (OCDT)
  4. Organisasi Campuran Dominansi Pasar (OCDP)
  1. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi adalah kesesuaian pembagian pekerjaan antara struktur dan fungsi, di mana terjadi penumpukan atau kekosongan pelaksaan pekerjaan, dan ada tidaknya hubungan dan urutan di antara unit-unit kerja yang ada.

Pengertian struktur organisasi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

  1. Menurut Gomez-Mejia dkk (2004). Struktur Organisasi adalah hubungan formal maupun informal antaranggota suatu organisasi.
  2. Menurut Robbins (2004). Struktur Organisasi adalah menjelaskan tentang bagaimana suatu tugas atau pekerjaan secara formal dibagi, dikelompokan, dan di koordinasikan.
  3. Menurut Thompson dan Strickland (1993). Berpendapat bahwa struktur organisasi yang tepat bagi suatu organisasi sangat tergantung pada strategi bisnis yang dipilih.

Saat ini terdapat 6 macam struktur organisasi yang biasa dijumpai dalam suatu organisasi, yaitu:

  1. Struktur Garis

Struktur ini merupakan struktur organisasi yang paling tua dan sederhana, di mana kekuasaan mengalir secara vertikal dari tingkat yang paling atas, melalui tingkat menengah, dan sampai di tingkay bawah. Aktivitas pada organisasi ini biasannya diasoslasikan secaa langsung dengan pencapaian tujuan utama perusahaan

  1. Struktur Garis dan Staf

Struktur ini hampir sama dengan struktur garis, dengan satu dimensi tambahan berupa aktivitas staf ahli yang mendukung aktivitas struktur garis dengan memfasilitasi pencapaian tujuan utama organisasi. Adapun karakteristik wewenang langsung maupun aktivitas secara langsung berhubungan dengan pencapaian tujuan utama perushaan dari struktur garis masih ada

  1. Struktur Fungsional

Struktur ini banyak ditemukan pada organisasi atau perusahaan yang mempunyai area spesialis sebagai dasar eksistensi sebuah departemen. Misalnya, pada perusahaan industri area spesialisasi dapat di klasifikasikan sebagai berikut: produksi, penjualan, pemasaran keuangan, hubungan masyarakat, dan lain sebagainya.

  1. Struktur Produk

Struktur ini digunkan jika perusahaan memutuskan untuk menggunakan produk yang mereka hasilak sebagai dasar penetapan atau pembuatan struktur organisasi sebuah perusahaan

  1. Struktur Komite

Meskipun tidak semua sependapat bahwa struktur komite merupakan salah satu jenis struktur perusahaan, struktur ini memberikan fungsi utama pada kebanyakan perusahaan

  1. Struktur Matriks

Struktur ini merupakan struktur terbaru dari semua stuktur organisasi yang ada dan paling sering digunakan oleh perusahaan yang melakukan proyek yang rumit

Konflik dalam Organisasi (contoh kasus)

Dana merupakan jantung dari jalannya kegiatan operasional suatu organisasi. Di dalam pemasukkan dana suatu organisasi pasti akan adanya lebih-kurang yg terjadi di dalam dana fisik dengan dana nonfisik (dana yg tercantum dalam pembukuan). Terkadang hal itu terjadi dikarenakan 2 hal; akuntannya yg tidak jujur, atau memang dana itu hilang atau terjai kesalahandipembukuan.
Lalu bagaimana cara penyelesaiannya ? Penyelesaiannya, yg namanya masalah uang adalah masalah yg memang paling sulit. Intinya, pemimpin tertinggi harus cerdik dalam merekrut akuntan untuk organisasi yg dijalakannya, maka dari awal perlu dipilih orang yang memiliki jiwa kejujuran yang tinggi. Seandainya yg terjadi, memang dana itu hilang atau terjadi kesalahan di dalam pembukuan, sebagai pemimpin tertinggi kita harus tegas terhadap bawahannya. Akuntan harus mengganti dana yg hilang dengan memotong gajinya, sehingga akuntan akan lebih berhati2 dalam bekerja. Dalam cara ini, pemimpin bukannya kejam, akan tetapi mau mendisiplinkan bawahannya dengan aturan yg tepat. Jika yg terjadi adalah dana itu dirampok, dan sudah jelas pemimpin tahu dana itu hilang karena dirampok. Tidak baik juga aturan sebelumnya dilaksanakan. Apalagi jika dana yg hilang cukup besar. Disini pemimpin harus bijaksana dalam mengambil keputusan, sebaiknya masukkan saja dana yg hilang itu ke dalam pembukuan sebagai biaya lain-lain. Dengan demikian, sang akuntan pun akan merasa bersalah karena dia tidak dapat menjaga dana tersebut dengan baik, sehingga dia akan bekerja lebih baik dan memiliki rasa hutang budi terhadap pemimpinnya.

Kesimpulannya: memiliki pengorganisasian dan struktur organisasi dalam suatu perusahan memang hal wajib, terbukti dengan kasus diatas seorang akuntan dibutuhkam daam sebuah pengorganisasian dalam bidang keuangan. Tanpannya keuangan di perusahan sudah pasti tidak bisa teratur dan banyak kecurangan dan struktur organisasi dari sang atasan lah yang paling berwenang dalam mengambil sebuah tindakan pada bawahannya yang melakukan kelalaian

 

Sumber:

  • Samba, S.Kp, M.Kes, Suharyati dra. Dkk. 1994. PENGANTAR KEPEMIMPINAN

DAN MANAJEMENKEPERAWATAN UNTUK PERAWAT KLINIS. Jakarta: buku kedokteran EGC

  • Nasarudin, Aizzat Mohd. 2006. Pengantar Pengurusan. Kuala Lumpur: Utusan

Publications & Distributors Sdn Bhd Pusat Pengajian Pendidikan Jaraj Jauh Universitas Sains Malaysia

  • Tangkilisan, Hessel Nogi S. 2005. Manajemen Publik.

Jakarta: PT Grasindo

  • Munandar, Ashar Sunyoto. 2008. PSIKOLOGI INDUSTRI dan ORGANISASI.

Jakarta: Universitas Indonesia

  • Griffin, Ricky W & Ebert, Ronald J. 2007.

Jakarta: Erlangga

  • Sukoco, Badri M. 2007. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern.

Jakarta: Erlangga

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s